UMKM Naik Kelas: 7 Usaha Pemerintah agar UMKM Cepat Naik Kelas

UMKM Naik Kelas: 7 Usaha Pemerintah agar UMKM Cepat Naik Kelas

Usaha Mikro, Kecil, & Menengah (UMKM) adalah tulang punggung perekonomian Indonesia.
Berdasarkan data Kementerian Koperasi & UKM, sektor ini menyumbangkan lebih dari 60% terhadap Produk Domestik Bruto (PDB) nasional & menyerap lebih dari 97% tenaga kerja di Indonesia.
Namun, tantangan utama yang dihadapi usaha kecil & menengah merupakan sulitnya “naik kelas” atau bertransformasi menjadi bisnis yang lebih luas & berdaya saing global.
Pemerintah Indonesia terus berupaya membentuk banyak sekali program & kebijakan untuk mendukung usaha kecil & menengah agar bisa naik kelas.

“Untuk mengangkat UMKM ini bukan pekerjaan yang mudah. Kami harus beri bimbingan dan pengetahuan,” kata Wakil Menteri UMKM Helvi Yuni Moriza saat meninjau pameran UMKM Mikroex Summit 2024 di Kuta, Kabupaten Badung, Bali, Kamis.di kutip dari AntaraNews.
Menurut informasi dari Kementerian usaha kecil & menengah yang sebelumnya atau dikenal sebagai Kementerian Koperasi dan UKM, jumlah usaha kecil & menengah di Indonesia saat ini diperkirakan mencapai 65,5 juta, yang merupakan 99 persen dari total seluruh unit usaha.
Berikut ini merupakan tujuh strategi bisnis yang dilakukan pemerintah :

1. Digitalisasi UMKM

Salah satu tindakan penting pemerintah adalah mendorong digitalisasi UMKM. Dengan adanya digitalisasi, usaha kecil & menengah dapat mengakses pasar yang lebih luas, baik di tingkat nasional maupun internasional. Pemerintah berkolaborasi dengan berbagai platform e-commerce seperti Tokopedia, shopee, dan bukalapak untuk membantu UMKM bertransisi ke pasar digital.
Program seperti Gerakan Nasional Bangga Buatan Indonesia (Gernas BBI) juga merupakan salah satu usaha pemerintah untuk memasarkan produk lokal secara digital. Selain itu, pemerintah menawarkan pelatihan digitalisasi bagi usaha kecil & menengah untuk meningkatkan kemampuan mereka dalam menggunakan teknologi digital, seperti pemasaran berani dan pengelolaan inventaris berbasis teknologi.

2. Pembiayaan dan Kredit Usaha

Akses ke dana menjadi salah satu hambatan terbesar bagi pelaku usaha kecil & menengah untuk tumbuh. Untuk mengatasi masalah ini, pemerintah menawarkan berbagai pilihan pembiayaan, seperti:
  • Kredit Usaha Rakyat (KUR): Program KUR memberikan pinjaman dengan suku bunga rendah untuk UMKM. Suku bunga KUR saat ini hanya sekitar 6% per tahun, jauh lebih rendah dibandingkan dengan pinjaman dari bank.
  • Dana Bergulir: Program ini diproses melalui lembaga seperti Lembaga Pengelola Dana Bergulir Koperasi dan UMKM (LPDB-KUMKM), yang memberikan modal usaha dengan persyaratan yang lebih fleksibel.
  • Subsidi Bunga dan Insentif,Pada saat pandemi, pemerintah juga memberikan subsidi bunga kepada pelaku usaha kecil & menengah untuk meringankan beban finansial mereka.
Program-program tersebut bertujuan untuk memastikan UMKM memiliki akses ke modal yang cukup untuk meningkatkan kapasitas dan kualitas usaha yang mereka jalankan.

3. Pelatihan dan Pendampingan

Pemerintah menyadari bahwa pendidikan dan pelatihan merupakan faktor kunci bagi UMKM untuk berkembang. Oleh karena itu, berbagai program pelatihan dan pendampingan diadakan, antara lain:
  1. Pelatihan Kewirausahaan,Melalui program ini, pemerintah menawarkan pelatihan tentang pengelolaan keuangan, taktik pemasaran, dan inovasi produk.
  2. Pendampingan Bisnis, Program ini melibatkan mentor atau konsultan bisnis yang mendukung usaha kecil & menengah dalam membuat strategi pertumbuhan yang sesuai.
  3. Kolaborasi dengan Perguruan Tinggi, Beberapa institusi pendidikan tinggi di Indonesia juga berpartisipasi untuk memberikan arahan teknis dan analisis pasar kepada pelaku usaha kecil & menengah.
Dengan pelatihan ini, UMKM diharapkan dapat meningkatkan daya saing mereka di pasar lokal dan internasional.

4. Penyederhanaan Regulasi dan Perizinan

Salah satu penghalang utama bagi UMKM dalam pertumbuhan adalah birokrasi yang kompleks. Oleh karena itu, pemerintah telah menerapkan sejumlah kebijakan untuk mempermudah regulasi, seperti:
  • Undang-Undang Cipta Kerja, Melalui undang-undang ini, proses mendapatkan izin usaha menjadi lebih mudah dan cepat.
  • OSS (Online Single Submission), Sistem ini membantu pelaku usaha kecil & menengah untuk mengurus izin secara berani tanpa perlu mengunjungi kantor pemerintah.
  • Penghapusan Biaya Perizinan, Dalam beberapa situasi, biaya untuk izin bagi penghapusan usaha kecil & menengah demi mendukung perkembangan usaha kecil.
Dengan kebijakan ini, pemerintah berupaya menciptakan iklim usaha yang mendukung UMKM.

5. Fasilitas Ekspor

Pembukaan peluang ekspor merupakan salah satu cara yang diambil pemerintah untuk mendukung UMKM dalam perkembangan usaha mereka. Beberapa program yang mendampingi UMKM di bidang ini antara lain:
  1. Indonesia Eximbank, Institusi ini menawarkan dukungan pembiayaan serta pelatihan bagi pelaku usaha kecil & menengah yang ingin melakukan ekspor produk mereka.
  2. Promosi Produk Lokal di Pasar Global, Pemerintah berkolaborasi dengan Kedutaan Besar Indonesia di berbagai negara untuk memperkenalkan produk usaha kecil & menengah di tingkat internasional.
  3. Pelatihan Standar Ekspor, Pemerintah menyelenggarakan pelatihan untuk pelaku usaha kecil & menengah mengenai standar kualitas dan langkah-langkah ekspor agar produk mereka dapat bersaing secara global.

6. Pengembangan Infrastruktur dan Teknologi

Akses yang memadai terhadap infrastruktur dan teknologi menjadi kebutuhan vital bagi UMKM. Pemerintah terus melakukan investasi dalam pengembangan infrastruktur, seperti:
  • Pembangunan Sentra UMKM, Beberapa wilayah kini memiliki pusat usaha kecil & menengah yang dilengkapi dengan fasilitas produksi bersama.
  • Akses Internet, Program Internet Desa dan jaringan broadband nasional bertujuan agar usaha kecil & menengah di lokasi terpencil dapat mengakses teknologi digital.
  • Inovasi Teknologi, Pemerintah berkolaborasi dengan lembaga penelitian untuk menyediakan teknologi yang sesuai guna mendukung produksi usaha kecil & menengah.

7. Kampanye dan Edukasi Kesadaran Konsumen

Pemerintah juga berupaya meningkatkan kesadaran masyarakat untuk mencintai produk lokal melalui berbagai kampanye, seperti:
  • Gerakan Bangga Buatan Indonesia: Kampanye ini mendorong masyarakat untuk membeli dan memakai produk lokal.
  • Hari UMKM Nasional, Acara ini menjadi kesempatan untuk mempromosikan produk-produk UMKM kepada masyarakat secara luas.
Selain itu, pemerintah juga memberikan edukasi kepada konsumen tentang pentingnya mendukung produk lokal sebagai salah satu cara untuk memperkuat perekonomian nasional.

Kesimpulan

UMKM memiliki kemampuan yang besar untuk mendorong perkembangan ekonomi Indonesia, namun tantangan untuk mencapai tingkat yang lebih tinggi masih sangat terasa. Melalui tujuh langkah strategi di atas, pemerintah bertekad untuk menciptakan suasana usaha yang mendukung pertumbuhan usaha kecil & menengah, baik di tingkat lokal maupun internasional.
Dukungan ini tidak hanya berasal dari pemerintah, tetapi juga dari masyarakat. Dengan membeli dan memakai produk usaha kecil & menengah Indonesia, kami dapat memberikan kontribusi langsung pada kemajuan sektor ini. Mari kita bersama-sama mendukung usaha kecil & menengah agar menjadi kekuatan ekonomi yang lebih kuat dan memberikan manfaat bagi seluruh rakyat Indonesia.