Taman Safari adalah tempat di mana hewan-hewan dipelihara dalam lingkungan buatan dan dianggap sebagai destinasi wisata oleh masyarakat. Selain berfungsi sebagai tempat rekreasi, Taman Safari juga berperan sebagai tempat pendidikan, tempat peristirahatan bagi hewan, serta lokasi konservasi untuk satwa yang terancam punah.
Oriental Circus Indonesia (OCI) memiliki sejarah panjang di Indonesia, yang didirikan oleh Hadi Manansang, yang juga merupakan pendiri Taman Safari.
Hadi pertama kali mendirikan Bintang Akrobat dan Gadis Plastik sekitar tahun 1963-1964. Tiga tahun kemudian, nama kelompok ini berubah menjadi Oriental Show, yang kemudian berganti nama menjadi Oriental Circus Indonesia pada tahun 1972.

Sebelumnya, sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI) menyampaikan dugaan eksploitasi yang mereka alami secara langsung kepada Wakil Menteri Hukum dan HAM, Mugiyanto, di Kantor Kementerian HAM, Jakarta, pada Selasa (15/4/2025).

Salah satu mantan pemain sirkus, Fifi, membagikan kisah pahit yang pernah ia alami selama menjadi bagian dari OCI.
“Saya sempat diseret dan dikurung di kandang macan, susah buang air besar. Saya nggak kuat, akhirnya saya kabur lewat hutan malam-malam, sampai ke Cisarua. Waktu itu sempat ditolong warga, tapi akhirnya saya ditemukan lagi,” tutur Fifi, Selasa (15/4/2025).
Tak hanya itu, ia juga mengaku pernah mengalami penyetruman hingga tubuhnya lemas, rambutnya ditarik secara kasar, bahkan sempat dipasung.
Lebih memilukan lagi, Fifi tumbuh besar di lingkungan sirkus tanpa mengetahui siapa orang tuanya, karena ia mengaku telah diambil oleh salah satu pimpinan OCI sejak lahir.
Ia baru menyadari bahwa ibunya adalah Butet, salah satu pemain sirkus OCI, ketika telah memasuki usia dewasa.
Butet pun mengaku pernah mengalami perlakuan kasar selama menjalani pekerjaannya sebagai pemain sirkus.
“Kalau main saat show tidak bagus, saya dipukuli. Pernah dirantai pakai rantai gajah di kaki, bahkan untuk buang air saja saya kesulitan,” ungkapnya.
Ia juga mengaku pernah dipaksa untuk tetap tampil di atas panggung meskipun sedang dalam kondisi hamil. Setelah melahirkan, ia dipisahkan dari anaknya sehingga tidak memiliki kesempatan untuk menyusui.
“Saya juga pernah dijejali kotoran gajah hanya karena ketahuan mengambil daging empal,” tambah Butet.
Ia juga menyampaikan bahwa dirinya tidak mengetahui identitas asli karena sejak kecil telah dibentuk dan dilatih sebagai pemain sirkus.
Kuasa hukum para korban, Muhammad Soleh, berharap agar pemerintah segera mengambil tindakan nyata terhadap kasus ini.
Ia meyakini bahwa masih banyak pemain sirkus lain yang mengalami nasib serupa dan saat ini masih berada di lingkungan Taman Safari Indonesia.
Baca Juga : Taman Safari Indonesia
Kementerian HAM Usut Dugaan Eksploitasi Eks Pemain Sirkus Taman Safari
Kementerian Hak Asasi Manusia (HAM) akan memanggil pihak Taman Safari untuk memberikan klarifikasi terkait dugaan eksploitasi terhadap sejumlah mantan pemain Oriental Circus Indonesia (OCI). Pemanggilan ini bertujuan untuk meminta penjelasan serta menentukan langkah selanjutnya.

Hal tersebut disampaikan oleh Wakil Menteri HAM, Mugiyanto, setelah melakukan audiensi dengan para mantan pemain sirkus OCI di kantornya pada Selasa (15/4/2025). Dalam pertemuan tersebut, para mantan pemain sirkus melaporkan kekerasan yang mereka alami hingga dugaan perbudakan.
“Kemarin saya menerima audiensi dari para korban kekerasan, pelecehan dan dugaan perbudakan. Dari keterangan yang para korban yang semuanya perempuan ini, diduga telah terjadi Pelanggaran HAM. Kejadian ini sudah puluhan tahun yang lalu di tempat mereka bekerja yaitu sebuah bisnis pengelola hiburan sirkus,” ujar Mugiyanto, dalam unggahannya di akun resmi Instagramnya
Kementerian HAM (KemenHAM) akan memanggil pihak Taman Safari untuk mendengarkan penjelasan dari kedua belah pihak terkait dugaan eksploitasi.
Dalam video yang diunggah oleh Mugiyanto, KemenHAM juga menyatakan akan mempertimbangkan upaya pemulihan mental bagi para korban, guna mencegah terjadinya kekerasan serupa di masa depan.
“Salah satu panduan bagi kami di Kementerian HAM, kami pertimbangkan bagaimana soal pemulihan mental psikologis. Itu penting memastikan supaya tidak berulang. Supaya saudara-saudara kita yang sekarang masih bekerja itu tidak mengalami lagi seperti ibu-ibu sekalian di masa lalu,” ujarnya.
Pihak Taman Safari Berikan Klarifikasi
Taman Safari Indonesia Group memberikan pernyataan resmi setelah sejumlah mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), yang sebelumnya tampil di berbagai lokasi termasuk Taman Safari, melaporkan adanya dugaan tindakan eksploitasi yang mereka alami. Salah satu pendiri Taman Safari Indonesia, Tony Sumampau, memberikan tanggapan atas tuduhan yang diajukan oleh sejumlah perempuan mantan pemain sirkus Oriental Circus Indonesia (OCI), yang mengaku mengalami kekerasan fisik, eksploitasi, dan perlakuan yang tidak manusiawi.
Komisaris Taman Safari Indonesia, Tony Sumampouw, menegaskan bahwa kasus dugaan penyiksaan tersebut tidak ada hubungannya dengan Taman Safari Indonesia. Ia juga membantah mengenai adanya penyiksaan yang dilakukan pihaknya terhadap mantan pemain sirkus OCI yang bertahun-tahun atraksi di berbagai tempat, termasuk di Taman Safari Indonesia.
“Sama sekali tidak benar. Kalau memang itu benar kejadiannya karena tahun 1997 itu kan ada yang melapor,” katanya di Cisarua, Kabupaten Bogor, Jawa Barat. Rabu (16/4/2025).
Tony mengungkapkan bahwa pada tahun 1997, pernah ada laporan terkait masalah serupa, namun kasus tersebut sudah diselesaikan. Meski begitu, ia merasa heran mengapa masalah yang sama muncul kembali sekarang.
“Pada saat itu kan sudah nggak ada timbul masalah kan gitu,” ucapnya.
Tony kembali menegaskan bahwa tuduhan eksploitasi terhadap mantan pemain sirkus yang baru-baru ini melakukan audiensi di Kementerian HAM tidaklah benar. Pihaknya akan segera melakukan klarifikasi terkait hal tersebut.
“Itu sama sekali apa yang disampaikan kayaknya tidak masuk di akal juga gitu ya. Seperti dipukul pakai besi, mati mungkin kalau dipukul. Jadi nggak benar itu hanya, apa, suatu difitnahkan seperti itu. Nah itu kan akan kita klarifikasi juga,” kata dia.
Ia juga menantang mereka agar menunjukkan bukti mengenai adanya perilaku kekerasan dilakukan pihak Taman Safari Indonesia.
“Jadi nggak benar itu hanya, apa, suatu difitnahkan seperti itu. Nah, itu kan akan kita klarifikasi juga” ujarnya.
Tony juga menyatakan bahwa kasus ini tidak ada kaitannya dengan Taman Safari Indonesia. Ia menambahkan bahwa pihak OCI juga akan mengeluarkan pernyataan resmi terkait masalah ini.
“Ini tidak ada kaitannya dengan Taman Safari, Taman Safari kok dibawa-bawa, itu satu,” katanya.
“Kedua sirkus, nah sirkus itu dari orang sirkus juga harus membuat statement juga bahwa ini tidak ada. Jadi statement dari sirkus lagi dibuat,” ucapnya.
Ia menjelaskan bahwa para mantan pemain sirkus tersebut dirawatnya sejak bayi, setelah mereka diambil dari kawasan prostitusi di Kalijodo, Jakarta.
“Dari bayi, masih bayi. Membesarkan mereka bukannya gampang, ada suster yang jagain,” kata dia.
Tony menyebutkan bahwa ketika masalah ini muncul beberapa tahun lalu, Komisi Nasional Hak Asasi Manusia (Komnas HAM) sempat memberikan pernyataan yang menyatakan bahwa tindakan Taman Safari Indonesia yang menampung mereka dari kawasan prostitusi sudah sesuai dan tepat.
“Ingat saya dari Komnas HAM itu menyatakan, sudah ditampung saja sudah bagus itu sehingga sehat-sehat gitu. Waktu itu kan, kalau kamu tidak ditampung mungkin kamu orang sudah nggak ada kali. Siapa yang mau kasih makan kamu orang dari bayi. Sampai kamu besar gini, kenapa tidak ucapkan terima kasih,” kata dia.
Menanggapi hal ini, Mugiyanto, KemenHAM menyatakan bahwa pemerintah akan mengambil langkah-langkah untuk memastikan agar kejadian serupa tidak terulang di masa depan.

Baca Juga : Anti Korupsi di Kantor: 7 Tips Efektif untuk Edukasi Tim Kamu
Written by: Riza Aulia Nurnadya

